ULM Lab Terpadu ULM
SIMLAB

Pelatihan Sistem Manajemen K3 Berdasarkan ISO 45001:2018 di UPA Laboratorium

Penulis: Admin
12 Februari 2026 - 09:23 WITA
Bagikan:
Pelatihan Sistem Manajemen K3 Berdasarkan ISO 45001:2018 di UPA Laboratorium
Ukuran Huruf:

Banjarbaru, 11 Februari 2026 – UPA Laboratorium Terpadu menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) berdasarkan ISO 45001:2018 yang bertempat di Banjarbaru. Kegiatan ini diikuti oleh peserta internal UPA Laboratorium Terpadu sebagai bentuk komitmen peningkatan kompetensi dan penguatan budaya K3 di lingkungan laboratorium.

Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris UPA Laboratorium Terpadu, apt. Aditya Maulana Perdana Putra, M.Sc., yang dalam kesempatan tersebut juga bertindak sebagai narasumber. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya implementasi sistem manajemen K3 yang terstruktur dan berkelanjutan.

“Penerapan ISO 45001:2018 bukan hanya sebatas pemenuhan dokumen, tetapi merupakan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif di laboratorium,” ujar apt. Aditya.

Pelatihan menghadirkan dua narasumber kompeten, yaitu apt. Nazhipah Isnani, M.Sc. dan apt. Aditya Maulana Perdana Putra, M.Sc.

Materi pertama disampaikan oleh apt. Nazhipah Isnani, M.Sc. yang membahas tentang Dasar Perundangan K3, meliputi regulasi nasional terkait keselamatan dan kesehatan kerja, kewajiban institusi, serta tanggung jawab individu dalam penerapan K3 di tempat kerja.

“Pemahaman terhadap dasar hukum K3 sangat penting agar setiap personel mengetahui hak, kewajiban, serta konsekuensi dalam pelaksanaan keselamatan kerja,” jelas apt. Nazhipah dalam pemaparannya.

Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh apt. Aditya Maulana Perdana Putra, M.Sc. mengenai Penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3) berdasarkan ISO 45001:2018, yang mencakup identifikasi bahaya, penilaian risiko, pengendalian risiko, peningkatan berkelanjutan, serta integrasi SMK3 dalam sistem manajemen laboratorium.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta aktif menyampaikan pertanyaan serta berbagi pengalaman terkait implementasi K3 di unit masing-masing. Diskusi difokuskan pada tantangan penerapan SMK3 di lingkungan laboratorium, termasuk pengendalian risiko bahan kimia, penggunaan alat, serta budaya kepatuhan terhadap prosedur keselamatan.

Pelatihan ditutup dengan kesimpulan bahwa penerapan SMK3 berbasis ISO 45001:2018 memerlukan komitmen pimpinan, partisipasi aktif seluruh personel, serta evaluasi berkelanjutan guna mewujudkan lingkungan kerja yang aman dan sesuai standar internasional.

Berita Sebelumnya ULM Peringati Bulan K3 dan Gelar FGD Implementasi K3 untuk Akselerasi Akreditasi Internasional
Berita Selanjutnya In House Training “Teknik Kalibrasi dalam Upaya Memenuhi Ketepatan Pengujian